Strategi Mengajar Untuk Memotivasi Anak Dalam Menempuh Pendidikan

Strategi Mengajar Untuk Memotivasi Anak Dalam Menempuh Pendidikan

 

 

 

 

 

Nama : Tri Rifianto
NPM  : 17112457
Kelas  : 1ka19

 

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.        Latar Belakang

Berhasil atau tidaknya seseorang  tergantung pada pendidikan dasar yang di berikan pada saat kecil, dan berhasil atau tidaknya seseorang menempuh pendidikan jenjanga berikutnya setelah jenjang pendidikan dasar adalah tergantung pada diri dan kemauan setiap individu yang menjalaninya. Tidak hanya itu, peran orang tua dan guru juga sangan berperan aktif dalam masa pendidikan jenjang sekolah dasar dan seterusnya. Dengan demikian begitu penting dan menentukannya pendidikan dasar ini sebagai landasan untuk dapat menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Oleh karena itu, guru-guru bekerja sama dengan para orang tua murid harus dapat memberikan pendidikan yang terbaik ditinjau dari kacamata kepentingan anak.

 

Biasanya pada tahap pendidikan, setiap orang tua ingin yang mendapatkan yang terbaik bagi dan untuk anaknya, sehingga biasanya setiap orang tua dan guru memaksakan kehendak anaknya yaitu untuk berkerja terlalu keras menyerap pelajaran. Itu semua tidak terlalu buruk dampaknya selagi si anak tersebut dapat menikmatinya, namun jiga seorang anak mulai merasa jenuh pada awalnya, biasanya akan merasa jenuh pada hari-hari kedepannya, karena cara berfikir anak berbeda dengan cara berfikir orang dewasa yang semestinya hari esok adalah hari yang lebih baik dari pada kemarin.

 

Perlu dicermati bahwa anak adalah individu yang dinamis, bukan benda mati seperti gelas yang siap untuk diisi air semau tuannya tanpa ekspresi. Anak adalah seorang individu yang penuh potensi untuk dikembangkan secara bijaksana sesuai bakat, minat, dan kemampuannya. Sebenarnya tidak sulit untuk mengembangkan dan memupuk kemauan belajar siswa, asalkan guru maupun orang tua dapat melakukan pendekatan-pendekatan yang tepat. Guru dan orang tua harus dapat menumbuhkan motivasi dalam diri anak agar menyenangi hal-hal yang positif termasuk belajar. Seorang anak yang telah tumbuh motivasi belajarnya, tanpa disuruh pun ia akan giat belajar sendiri bahkan kita akan kewalahan memenuhi ajakan anaknya yang mau belajar. Dan bila anak sudah semakin dewasa ia akan mempunyai semangat yang tinggi serta tanggung jawab sendiri terhadap kewajiban belajarnya.

 1.2. Rumusan masalah:

1. Mengapa motivasi anak akan pendidikan berkurang.
2. Bagai mana cara menumbuhkembangkan motivasi anak untuk belajar.
3. Penyebab motivasi untuk belajar menurun.

1.3. Tujuan:
 1. Mengetahui cara memotivasi anak dalam belajar
2. Mengetahui apa saja factor anak malas dalam belajar.

1.4. Rangkuman
Motivasi adalah kemauan setiap individu, dilatari oleh suatu keinginan untuk mencapai cita-cita, keinginan untuk merealisasikan ide, gagasan. Motivasi tidak akan terbentuk oleh siapa pun, baik orang tua, guru, maupun teman. Mereka hanya perantara. Dan yang terpenting ada diri sendiri, yang memiliki keinginan dan kemauan.

 

BAB II
ISI

 

1.1. Strategi mengajar untuk menumbuh kembangkan motivasi
anak dalam belajar
Setiap guru memiliki caranya masing-masing untuk membuat muritnya termotivasi dalam belajar. Satu hal lagi adalah, member kenyamanan pada setiap muritnya. Karena jika kondisi tenang dan nyaman maka setiap pelajar akan dapat menyerap pelajaran dengan baik.

Biasanya setiap guru agak kesulitan dengan mengenali karakter setiap siswanya. Dikarenakan karakter itu pasti berbeda, dari segi sifat, bakat, bahkan kemampuan. Itulah sebabnya maka guru harus kenal dekat dengan setiap muritnya agar setiap pelajaran yang di berikan dapat disampaikan dengan baik berdasarkan karakteristik setiap muritnya.

Cobalah untuk selalu menggali potensi, minat, cita-cita yang ada pada setiap murit. Mengapa harus begitu, karena pada saat setiap guru memahami apa yang di inginkan setiap muritnya, guru hanya tingal membuat setiap muritnya berusaha untuk mengapai cita-citanya yang baik.

Selalulah untuk mencoba member pemahaman pada setiap murit yang mengalami kesulitan dalam belajar, dan selalu dekati mereka dan katakana bahwa apa yang di pelajari, selama belajar dengan sungguh-sungguh maka pelajaran tersebut dapat kita pelajari dengan baik dan mudah.

1.2. Faktor yang mempengaruhi turunnya motivasi belajar
a) Kematangan

Dalam pemberian motivasi, faktor kematangan fisik, sosial dan psikis haruslah diperhatikan, karena hal itu dapat mempengaruhi motivasi. Seandainya dalam pemberian motivasi itu tidak memperhatikan kematangn, maka akan mengakibatkan frustasi dan mengakibatkan hasil belajar tidak optimal.

b) Usaha yang bertujuan

Setiap usaha yang dilakukan mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, akan semakin kuat dorongan untuk belajar.

c) Pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi

Dengan mengetahui hasil belajar, siswa terdorong untuk lebih giat belajar. Apabila hasil belajar itu mengalami kemajuan, siswa akan berusaha untuk mempertahankan atau meningkat intensitas belajarnya untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik di kemudian hari. Prestasi yang rendah menjadikan siswa giat belajar guna memperbaikinya.

d) Partisipasi

Dalam kegiatan mengajar perluh diberikan kesempatan pada siswa untuk berpartisipasi dalam seluruh kegiatan belajar. Dengan demikian kebutuhan siswa akan kasih sayang dan kebersamaan dapat diketahui, karena siswa merasa dibutuhkan dalam kegiatan belajar itu.

1.3. Menumbuhkembangkan motivasi belajar anak
 * Memilih cara dan metode mengajar yang tepat termasuk memperhatikan penampilannya

* Menginformasilkan dengan jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai

* Menghubungkan kegiatan belajar dengan minat siswa

* Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran misalnya melalui kerja
kelompok

* Melakukan evaluasi dan menginformasikan hasilnya, sehingga siswa mendapat informasi
yang tepat tentang keberhasilan dan kegagalan dirinya

* Melakukan improvisasi-improvisasi yang bertujuan untuk menciptakan rasa senang anak
terhadap belajar. Misalnya kegiatan belajar diseling dengan bernyanyi bersama atau sekedar
bertepuk tangan yang meriah

* Menanamkan nilai atau pandangan hidup yang positif tentang belajar misalnya dalam
agama islam belajar dipandang sebagi sebuah kegiatan jihad yang akan mendapatkan nilai
amal disisi Allah.

* Menceritakan keberhasilan para tokoh-tokoh dunia yang dimulai dengan mimpi-mimpi
mereka dan ceritakan juga cara-cara mereka meraih mimpi-mimpi itu. Ajak siswa untuk
bermimpi meraih sukses dalam bidang apa saja seperti mimpinya para tokoh dunia tersebut.

BAB II

1.1.Kesimpulan
Bagaimana cara menumbuhkembangkan motivasi belajar pada anak adalah dengan cara pendekatan secara fisik dan mental. Yang terpenting adalah mental, karena setiap pemikiran orang dewasa dan anak-anak berbeda. Harus di tumbuhkembangkan setiap motivasi-motivasi belajar pada anak usia dini, dengan cara yang menyenangkan dan tidak terlalu menekan
pelajaran pada anak, karena pada dasarnya setiap anak memiliki cara belajar lebih condong belajar sambil bermain, bukan hanya belajar.
Sikap guru serta peran orang tua juga sangat berperan aktif dalam perkembangan motivasi belajar anak. Guru hanya sebagai mobilisasi antara keinginan anak yang belum tercapai dan keinginan anak untuk mencapainya.
1.2.DAFTAR PUSTAKA
http://www.mamansoleman.net/2012/07/menumbuhkan-motivasi-belajar-anak.html

http://rraaggiill.wordpress.com/2012/11/11/strategi-mengajar-untuk-memotivasi-anak-dalam-menempuh-pendidikan/

http://makalah.blogspot.com/2011/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

http://makalah.blogspot.com/2011/10/makalah-pengertian-motivasi-belajar.html

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s