Keragaman Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogjakarta)

Logo Gunadrma

Keragaman Budaya Daerah Istimewa Jogjakarta (Yogyakarta)

Nama : Tri Rifianto

NPM     : 17112457
KLS     : 1KA19

Daftar ISI

BAB.1. Pendahuluan

1.1.Latar Belakang

1.2. Rumusan Masalah

1.3. Tujuan Penulisan

BAB.2. Pembahasan

2.1.Sejarah jogja

2.2. kondisi kebudayaan Jogjakarta

2.3. budaya dan adat DIY Yogyakarta

2.4. kesenian, kuliner, & transportasi DIY Yogyakarta.

BAB.3. Penutup

3.1. Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

    BAB I

     Pendahuluan

1.1.Latar Belakang

Pada era global seperti sekarang ini, teknologi informasi sangat diperlukan dalam penunjang

Berbagai macam bidang dalam sebuah Negara. Tidak dipungkiri lagi, teknologi informasi sekarang sudah merata dalam bidang kebudayaan setiap bangsa dan Negara.
Teknologi informasi sendiri memiliki keuntungan dalam bidang kebudayaan setiap daerah yang dimiliki oleh suatu bangsa, demi melestarikan dan membuat budaya tersebut tetap hidup di jaman era globalisasi seperti saat ini.

Sehingga tidak perlu ditakutkan lagi akan kehilangan budaya yang sudah turun temurun dari nenek moyang sampai saat ini. Di era globalisasi seperti saat ini, budaya westeren ( kebarat-barat`an) sudah merasuki setiap sendi-sendi Negara. Ini terjadi karena pada era globalisasi seperti saat ini setiap Negara  lebih terbuka antar satu dan yang lainnya berbagi informasi, budaya, dan kebiasaan tentunya dari yang positif hingga negative.

Kemajuan teknologi informasi saat ini sangat diperlukan untuk bidang kebudayaan, kenapa? Karena pada salah satu fitur teknologi informasi adalah intinya, kita sebagai user dari teknologi informasi itu sendiri bisa berbagi baik berbagi dalam Negara sendiri maupun Negara luar. Dengan adanya ini semua, budaya yang ada pada setiap daerah bangsa dan Negara tetap eksis ( terkenal ) dan tidak adanya penyelewengan Negara lain yang mengaku-ngaku suatu budaya Negara lain sebagai budaya negaranya sendiri sejak nenek moyang jaman dahulu.

Indonesia adalah Negara yang luas. Terbentang dari sabang sampai merauke.
Tidak di ragukan lagi Indonesia sebagai Negara yang kaya akan budaya memiliki daerah, agama,
Suku bangsa yang berbeda, dan tentunya Indonesia memiliki budaya yang memiliki ciri khas setiap daerahnya.

Salah satunya adalah daerah istimewa Yogyakarta (Jogjakarta). Yang merupakan daerah istimewa yang memiliki berbagai macam budaya, adat, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu, dan tentunya tidak ada di daerah Indonesia yang lainnya.

Kraton Yogyakarta memiliki berbagai macam bagunan-bangunan sejak jaman masa penjajahan jaman dahulu, Daerah istimewa Jogjakarta sendiri memiliki berbagai macam situs-situs kuno yang dapat kita nikmati dan masih asri seperti yang dahulu kala. Kraton Yogyakarta, seakan identik dengan unsur kebudayaan Jawa, bahkan bisa di bilang merupakan pusat dari kebudayaan di Jawa. Kraton Yogyakarta dengan segala kekhasan budaya Jawa nya, memiliki arti simbolik di setiap bangunannya. Kraton Yogyakarta yang telah berganti pemimpinnya mulai dari Sri Sultan Hambengkubuwana I sampai X, memiliki sejarah yang cukup panjang yang perlu kita ketahui dan pelajari. Hal ini dikarenakan tidak sedikit dari kita yang tidak atau kurang memahami dan mengetahui apa sajakah bentuk kebudayaan yang ada di kraton Yogyakarta, bahkan sebagian orang beranggapan bahwa kraton tidak lebih dari sekedar tempat tinggal Sri Sultan Hamengkubuwono.

 

1.2.Rumusan Masalah

Dengan adanya makalah ini diharapkan kita dapat mengetahui masalah yang sebenarnya Negara kita sedang hadapi, salah satunya adalah pengetahuan setiap kaula muda tentang budaya setiap daerah yang ada di Indonesia kita tercinta ini.
1. Apa saja keragaman budaya yang ada di daerah istimewa Jogjakarta ( Yogyakarta )

  1. Bagaimana bentuk suasana dan gambaran tentang daerah istimewa Jogjakarta ( Yogyakarta )
  2. Apa saja bentuk kebudayaan beserta kerajinan yang ada di daerah istimewa Jogjakarta
    (Yogyakarta)

1.3. Tujuan Penulisan

Selain untuk memenuhi tugas Mata kuliah tentang keragaman budaya daerah, penulisan makalah ini ditujukan untuk para pemuda-pemuda Indonesia yang sedang dalam masa era globalisasi agar tetap melestarikan budaya kita sendiri, milik kita semua, agar tidak tertelan dan terhempas oleh jaman yang semakin berkembang dan maju.

Selain itu diharapkan agar pembaca dapat meresapi arti dan makna setiap budaya yang ada di Indonesia karena setiap budaya yang ada di Indonesia bagaikan darah kita, selalu mengalir di setiap sendi-sendi kehidupan dan akan terus mengalir sampai dunia ini hilang.

BAB II

Pembahasan

2.1. Sejarah Jogjakarta ( Yogyakarta )

Daerah istimewa Jogjakarta (Yogyakarta) adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enclave di Yogyakarta.

Pemerintah daerah istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945 bahkan sebelum tahun tersebut. Bebarapa minggu setelah proklamasi 17 agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan amanat 5 september 1945. Isi dekrit tersebut adalah “integrasi monarki Yogyakarta kedalam republic Indonesia. Dekrit dengan isi yang sama juga dikeluarkan oleh Paku Alam VII I pada hari yang sama.

 

 malioboro 1978Gambar 2.1. Kawasan Malioboro tahoen 1978

 2.2. Kondisi kebudayaan apa saja yang ada di Yogyakarta

Daerah istimewa Jogjakarta memiliki berbagaimacam budaya, dari kesenian contohnya tarian, seni rupa, seni music dan yang lainnya. DIYogyakarta sendiri juga memiliki berbagai macam adat dan tradisi, upacara adat adalah salah satu kebudayaan yang sampai saat ini masih sering dilakukan oleh masyarakan DIYogyakarta. Dari bahasa daerahnya sendiri, DIYogyakarta
merupakan pusat bahasa dan sastra jawa.

2.3. Budaya Adat DIYogyakarta

            Setelah kita bahas bagan di atas, Yogyakarta memiliki berbagai macam adat dari setiap daerahnya, Contohnya adalah :

2.3.1.UPACARA SEKATEN
Menurut sejarahnya, perayan Sekatan bermula sejak zaman kerjn pslam Demak.Meski sebelumnya,ketika jaman pemerintahan Rajan Hayam Wuruk diMajapahit, perayaan semacam Sekaten yang disebut “SRDAAGUNG” itu suda ada.Perayaan ang menjadi tradisi    kerajaan Majapahit tersebut,berupa persembahan sesaji kepada para dewa,disertai dengan mantra-mantra, sekaligus untuk menghormati arwah para leluhur.

Pendapat lainya menyatakan bahwa,kata SEKATEN,berasal dari bahasa Arab,yaitu SYSHADATAIN,yang berarti dua Syahadat atau kesaksian.Duasyahadat itu ialah:

1.SYAHADAT AUHID

2.SYAHADAT RASUL

upacara sekaten

Gambar 2.3.1.1.Upacara Sekaten

2.3.2. UPACARA GAREBEG

 Garebeg adalah upacara adat Kraton Yogyakarta yang diselenggarakan tiga kali dalam satu tahun untuk memperingati hari besar Islam. Mengenai Istilah Garebeg,ini berasal dari bahasa Jawa “Grebeg”, yang berarti “Di iringi para pengikut”. Pengertian lain mengatakan bahwa Gunungan itu di perebutkan warga masyarakat ang berarti di Grebeg atau Garebeg.

Pelaksanaan upacara Tersebut bertepatan dengan hari-hari besar Islam seperti :

Garebeg SYAWAL

Garebeg Besar

Garebeg Maulud

grebeg

Gambar 2.3.2.1. Upacara Garebeg

2.3.3.UPACARALABUHAN
Yang dimaksud Upacara Labuhan (Laut),yaittu upacara melempar sesaji dan benda-benda Kraton kelaut untuk di persembahkan kepada Kanjeng Ratu Kidul. Upacara tradisional Labuhan bermula sejak jaman Panembahan Senopati di mataram Kotagede.Upacara tersebut sebagai ungkapan rasa syukur atas keberhasilanya dalam memimpin Kerajaan Mataram Kota gede,yang masih tetap dilestarikan oleh para raja-raja Kesultanan Yogyakarta.
Adapun Upacara Labuhan ini ada tiga jenis,yaitu :

Labuhan ageng

Labuhan Tengahan

Labuhan Alit.

 

labuhan

Gambar 2.3.3.1. Upacara Labuhan

2.4.Kesenian, Kuliner, Dan Transportasi di DIYogyakarta

Telah kita ketahui di atas, akan banyaknya hal budaya upacara adat yang ada di Yogyakarta, dan tidak di sangka lagi DIYogyakarta masih memanjakan setiap penghuni aslinya maupun wisatawan dengan adanya kesenian DIYogyakarta yang dapat selalu kita nikmati bersama dan akan menjadi milik kita bersama bangsa Indonesia.

Saya akan berikan beberapa gambar beserta keterangannya contoh-contoh kesenian yang ada di daerah Jogjakarta.

Pasar batik mailioboro Jogjakarta

Gambar 2.4.1. Malioboro Central Batik.

Pada gambar 2.4.1 tersebut terlihat banyak sekali batik, ini merupakan pakaian khas Jogjakarta berserta motif khas jogjakartanya, dengan adanya ini semua, kita sebagai warga Negara Indonesia harus serta melestarikan kebudayaan berbatik agar tidak direbut oleh Negara tetangga. Dan yang lebih penting lagi, agar tidak hilangnya kebudayaan berbatik di jaman globalisasi saat ini, dimana banyak sekali pakaian yang sangat menarik.

pengamen pantonim

Gambar 2.4.2. Pengamen Pantonim di Yogyakarta.

Ya begitulah Jogjakarta, kota istimewa, semua yang kalian inginkan ada semuanya di sini, di daerah lain pengamen mungkin hanya sebatas bernanyi, bermain music, menari, dll.
tapi tidak di Jogjakarta, di DIYogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta) memiliki banyak sekali seniman jalanan, seperti gambar 2.4.2 di atas, dia merupakan pengamen jalanan, mungkin karena bosen dengan mengamen yang begitu-begitu saja, dia mencoba untuk menjadi pengamen pantonim di Jogjakarta, sangan kreatif.

Gudeg

 Gambar 2.4.3. Wisata Kuliner Gudeg Jogjakarta

Pada gambar 2.4.3 mungkin kita bertanya, apa yang di tunggu oleh orang-orang itu,
Mereka menunggu pesanan Gudeg, makanan kuliner Khas Jogjakarta, Gudeg sendiri memiliki rasa yang agak manis, mungkin seperti kebanyakan orang jawa yang berparas manis.
makanan gudeg merupakan makanan yang paling di cari di jogjakarta.

Andong,

Gambar 2.4.4. Andong Transportasi khas jogjakarta

Selain memiliki kerajinan, kebudayaan, dan kulinernya tersendiri, jogjakarta juga memiliki alat transportasi seperti ojek di daerah-daerah lainnya, namanya adalah andong di jogja,
Andong merupakan alat transportasi yang paling Khas di jogjakarta karena setiap orang yang mengunakan jasa andong akan di manjakan dengan sensasi saat menaiki andong tersebut. Berjalan-jalan sambil melihat-lihat sekitar dengan santay.

BAB III
Penutup

3.1.Kesimpulan

Kesimpulan dari makalah yang saya buat di atas adalah, semoga setiap warga negara indonesia mengetahui apa saja kebudayaan indonesia, karena menurut saya sangat sulit untuk melindungi kebudayaan kita jika hanya kita sendiri, maka dari itu , saya harap kalian semua para pembaca dapat membantu saya untuk selalu melindungi harta karun terbaik yang pernah kita punya di negara indonesia tercinta kita ini. Jangan sampai harta karun kita di ambil oleh orang lain yang tidak bertanggungjawab, betapa indahnya saat cucu-cucu kita kelak tetap dapat menikmati kebudayaan yang ada di indonesia yang masih asri dan asli terjaga hingga masa depan kelak.

Jika ada salah-salah ketik dalam penulisan di atas mohon untuk dimaklumi, karena manusia tidak ada yang sempurna.

Daftar Pustaka

http://www.facebook.com/jogya?ref=stream

http://en.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta

http://iimamkorbanweb.wordpress.com/2012/05/15/makalah-kraton-yogyakarta/

http://en.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta

http://www.scribd.com/doc/34273179/makalah-kebudayaan-jogja

8 thoughts on “Keragaman Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (Jogjakarta)

  1. Pingback: budaya|makanan|ciri khas yogyakarta | talkekaprasetya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s